Selasa, 29 Mei 2012

JK: Satu Zona Waktu, Rakyat Dikorbankan

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) menolak wacana pemerintah soal penyeragaman zona waktu di Indonesia. Menurutnya, perubahan itu hanya membawa dampak sosial di Tanah Air, dan tidak membawa pengaruh ekonomi. "Anda bayangkan anak sekolah di daerah harus lewati sungai, hutan, harus berangkat jam lima mesti pakai obor. Bisa jadi jatuh ke sungai kalau lewat jembatan anak-anak itu," tukas Kalla dalam jumpa pers di Kantor PMI Pusat, Jakarta Selatan, Selasa (29/5/2012). Untuk itu, dirinya mengimbau pemerintah untuk memperhatikan dampak sosial
yang akan terjadi di daerah. Menurutnya, penyatuan zona waktu demi alasan pasar modal, tidaklah tepat, sementara jutaan rakyat harus menerima dampak buruknya. "Semua alasanya hanya demi transaksi pasar modal, tidak pengaruh. Pasar modal hanya dipengaruhi banyak perusahaan bukan zona waktu. Masa demi kepentingan 2.000 orang harus mengorbankan 2 juta rakyat Indonesia," jelasnya. JK menuturkan, penyatuan zona waktu hanya akan menimbulkan kekacauan rakyat Indonesia secara umum. Solusinya, bisa dengan memajukan jam kerja pasar modal. "Kalau pasar modal alasannya, gampang sekali solusinya. Majukan saja jam kerja pasar modal. Kenapa pasar modal yang menjajah kita?. Kenapa pasar modal kemudian akhirnya semua harus kalang kabut. Saya tidak pernah ada masalah soal kerja. Kita bisa SMS, bisa email dari luar negeri misalnya. Nggak ada masalah," ujarnya.(*) Editor : Ridwan Putra Sumber : Tribunnews.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles