Rabu, 27 Juni 2012

Sistem Pengendalian Manajemen


Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor:
PER/05/M.PAN/03/2008 tentang Standar Audit APIP pada Standar
Pelaksanaan Audit Kinerja butir 3021 Pemahaman dan Pengujian atas
Sistem Pengendalian Intern dinyatakan bahwa: “Auditor harus memahami
rancangan sis
tem pengendalian intern dan menguji penerapannya”.
Pemahaman dan pengujian tersebut ditujukan untuk menentukan saat dan
jangka waktu serta penentuan prosedur yang diperlukan dalam pelaksanaan
audit. Struktur pengendalian intern atau sistem pengendalian manajemen
menjadi faktor penting dalam pelaksanaan audit. Karena itu, auditor harus
mampu memahami dengan baik sistem pengendalian manajemen, menilai,
dan memanfaatkannya dalam pelaksanaan audit.


Teori manajemen menyatakan bahwa manajemen memiliki beberapa
fungsi. Pakar manajemen Schermerhorn dalam bukunya Management
membagi fungsi manajemen dengan pendekatan planning, organizing,
actuating, dan controlling (POAC). Ia mendefinisikan istilah manajemen1:
“Management is the process of planning, organizing, leading and
controlling the use of resources to accomplish performance
goals”
Definisi di atas dapat diterjemahkan:
Manajemen adalah proses perencanan, pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian penggunaan sumber daya untuk
mencapai tujuan/sasaran kinerja.
Beberapa pakar manajemen berpendapat bahwa fungsi actuating dapat
diurai menjadi staffing dan leading. Leslie W. Rue dan Llyod L. Byars
misalnya berpendapat bahwa fungsi manajemen terdiri dari: planning,
organizing, staffing, leading, and controlling.
Fungsi controlling berperan untuk mendeteksi potensi adanya deviasi
atau kelemahan yang terjadi sebagai umpan balik bagi manajemen dari
suatu kegiatan yang dimulai dari tahap perencanaan hingga tahap
pelaksanaannya. Hal-hal yang dicakup dalam fungsi controlling ini
meliputi penciptaan standar atau kriteria, pembandingan hasil monitoring

dengan standar, pelaksanaan perbaikan atas deviasi atau penyimpangan,
pemodifikasian dan penyesuaian metode pengendalian dari kaca mata
hasil pengendalian dan perubahan kondisi, serta pengkomunikasian revisi
dan penyesuaiannya ke seluruh proses manajemen dengan harapan
deviasi atau kelemahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali.
Istilah controling sering diterjemahkan dengan kata pengendalian dan
pengawasan. Kedua istilah ini acap kali penggunaannya dipertukarkan
terutama di lingkungan sektor publik (pemerintah). Menurut Keputusan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 19 Tahun 1996 istilah
pengawasan didefinisikan sebagai seluruh proses kegiatan penilaian
terhadap objek pengawasan dan/atau kegiatan tertentu dengan tujuan
untuk memastikan apakah pelaksanaan tugas dan fungsi objek
pengawasan dan atau kegiatan tersebut telah sesuai dengan yang
ditetapkan.
Menurut buku Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI–
2002), pengawasan dibagi dalam 4 (empat) jenis, yaitu: pengawasan
melekat (waskat), pengawasan fungsional (wasnal), pengawasan
legislatif (wasleg), dan pengawasan masyarakat (wasmas). Pertama,
Pengawasan melekat adalah serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai
pengendalian yang terus menerus dilakukan oleh atasan langsung
terhadap bawahannya secara preventif atau represif agar pelaksanaan
tugas bawahan berjalan secara efektif dan efisien sesuai dengan rencana
kegiatan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Inpres No. 1
Tahun 1989). Secara singkat dapat dikatakan waskat lebih diarahkan
pada pembentukan suatu sistem yang mampu mengarahkan dan
membimbing seluruh aparatur dalam pelaksanaan tugasnya mencapai
tujuan dan sasaran organisasi yang ditetapkan, serta mampu mencegah
terjadinya penyimpangan, kebocoran, dan pemborosan keuangan
negara/daerah. Kedua, pengawasan legislatif adalah pengawasan yang
dilakukan oleh lembaga perwakilan rakyat baik di tingkat pusat (DPR)
maupun di tingkat daerah (DPRD). Bentuk pengawasan tersebut lebih
didominasi dari sudut pengawasan politik dan salah satu produknya dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Ketiga, pengawasan
fungsional adalah pengawasan yang dilakukan oleh aparat yang tugas
pokoknya melakukan pengawasan seperti: BPK, BPKP, inspektorat
jenderal departemen, inspektorat utama/inspektorat lembaga pemerintah
non departemen (LPND), dan inspektorat pengawasan provinsi/
kabupaten/kota. Aparat fungsional tersebut berperan sebagai ”mata dan
telinga” pimpinan organisasi. Keempat, pengawasan masyarakat adalah
pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat termasuk lembagalembaga
swadaya masyarakat, seperti: Indonesian Corruption Watch
(ICW) dan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) serta para
pemerhati yang disuarakan melalui berbagai media yang tersedia seperti
media massa, kotak pos 5000 dan sebagainya.
Pengendalian yang menjadi fokus pada modul ini adalah suatu
pengendalian yang melekat (built-in) dalam suatu sistem yang ada pada
setiap aktivitas atau organisasi. Pengendalian atau control pertama kali
muncul dalam kamus referensi Inggris sekitar tahun 1600 dan
didefinisikan sebagai “copy of a roll (of account), a parallel of the same
quality and content with the original”. Oleh Samuel Johnson, definisi di
atas disimpulkan sebagai “a register or account kept by another officer,
that each may be examined by the other”2.
Kesadaran auditor untuk mengoptimalkan pelaksanaan penugasan audit,
apa pun jenis auditnya, memerlukan pemahaman atas sistem
pengendalian manajemen. Hal ini telah ditetapkan dalam Standar
Pekerjaan Audit Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah (APFP)
yang menyatakan bahwa auditor harus mempelajari dan menilai
keandalan sistem pengendalian manajemen untuk menentukan luas dan
lingkup pengujian yang akan dilaksanakan. Seorang auditor tidaklah
mungkin harus melakukan pengujian ke seluruh bidang/bagian/aspek dari
suatu organisasi dengan waktu, tenaga, dan biaya yang terbatas. Itulah
sebabnya pemahaman atas sistem pengendalian manajemen suatu
organisasi/unit kerja yang akan diaudit sangat diperlukan.

------- Sobat Sulapa'Appa


0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles